dicarve

Blogspot Arie Nugraha. Librarian sekaligus programmer yang suka programming, database, desain dan berharap bisa memberikan manfaat pada banyak orang. Amin. Menurut Arie Nugraha, Open Source bukan soal gratis, tapi soal menghormati hasil karya orang lain dan belajar ga make aplikasi bajakan.

Wednesday, August 24, 2011

Instalasi Senayan Library Management System (SLiMS) di Mac OSX berikut dengan dukungan Z39.50 (Bagian 1)

Sebenernya udah lama mau nulis tutorial ini, tapi karena "kesibukan" (#eaaa) yang mendera, baru kali ini kesampean, sekalian menyambut bulan Ramadhan yang penuh barokah dan kehadiran versi SLiMS terbaru Stable15 Matoa. Berhubung saya ini juga orang sangat pelupa, maka ada baiknya sekalian saya dokumentasikan cara instalasi SLiMS di Mac OSX, kali-kali aja di kemudian hari saya lupa :D. Untuk instalasi di Mac OSX sebenernya relatif mudah, beberapa prasyarat yang harus anda penuhi adalah:

  1. Desktop MacPro, Imac, Macbook, MacbookPro atau Macbook Air! (YA IYAAALLLAH!!!).
  2. Terinstall sistem operasi OSX minimal versi 10.4 (boleh Intel atau PPC) dan ke atasnya
  3. Paket XAMPP for Mac terbaru
  4. Paket Xcode. Xcode merupakan paket development Mac OSX yang didalamnya terdapat compiler gcc, g++, make, dll. yang kita butuhkan untuk meng-compile YAZ dan PHP-YAZ. Xcode biasanya disertakan pada setiap DVD instalasi Mac OSX, atau kalo DVD instalasinya udah raib alias hilang, download aja di website resmi Apple, gratis kok.
  5. Paket SLiMS versi source (bukan psenayan/portable senayan) terbaru, misalnya pada saat tulisan ini dibuat SLiMS Stable15 (Matoa)

Untuk tutorial ini, saya menggunakan MacbookPro dengan Mac OSX versi 10.6.8 dan paket XAMPP for Mac yang saya gunakan adalah versi 1.7.3, berikut dengan paket XAMPP Dev (xampp-macosx-1.7.3-dev) dengan versi yang sama. XAMPP Dev merupakan paket tambahan opsional yang berisi file-file development header dari aplikasi-aplikasi yang terdapat di dalam XAMPP seperti PHP, MySQL, library-library, dsb.

Oke mari kita mulai proses instalasinya!

  1. Unduh (download) paket XAMPP untuk Mac di laman (website) Apachefriends. Inget ya, yang versi Mac, jangan yang versi Linux, Solaris, apalagi Winslow ehhh, Windows. Silly maybe, but guess what? ada aja orang yang salah download!
  2. Download file Universal binary dalam format .dmg yang disediakan. Jangan lupa download juga paket development-nya agar kita bisa meng-compile library YAZ dan PHP-YAZ nanti.
  3. Setelah selesai di-download, klik dua kali pada file image .dmg XAMPP untuk membuka installer-nya. Drag folder XAMPP ke folder Applications untuk menginstall.
  4. Selesai proses instalasi, sekarang giliran install paket .dmg XAMPP Dev-nya. Caranya hampir sama dengan instalasi XAMPP, buka paket .dmg-nya dan jalankan installer yang terdapat di dalamnya. Ikuti proses wizard instalasinya.
  5. Masuk ke folder Applications dan cari folder XAMPP disitu. Jalankan program "XAMPP Control". Nanti akan ada jendela aplikasi kecil yang berisi tombol untuk menjalan Apache, MySQL dan FTP. Cukup jalankan Apache dan MySQL saja, FTP server-nya engga perlu.
  6. Sekarang giliran instalasi SLiMS. Ekstrak paket SLiMS versi source yang sudah anda download dari situs resmi SLiMS, dan kemudian kopikan folder hasil ekstraksinya (misal nama foldernya s3st15_matoa) ke folder /Applications/XAMPP/htdocs/.
  7. Buka browser web favorit anda, misalnya Safari, Firefox, Chrome atau Camino dan arahkan ke URL phpMyAdmin di http://127.0.0.1/phpMyAdmin untuk membuka program manajemen database MySQL berbasis web, phpMyAdmin yang kesohor itu. By default instalasi XAMPP, phpMyAdmin bisa diakses bebas tanpa harus memasukkan username dan password.
  8. Buatlah sebuah database baru dengan nama "senayandb". Setelah database berhasil dibuat masuk ke menu tab "Import" dan pilih file "senayan.sql" yang terdapat di dalam folder "install" di source SLiMS hasil ekstraksi kita tadi. Setelah proses import berhasil maka kemudian pilih menu tab "SQL" dan jalankan perintah berikut:
    
    GRANT ALL ON senayandb.* TO 'senayanuser'@'localhost'
    IDENTIFIED BY 'password_senayanuser';
    FLUSH PRIVILEGES;
    
    
  9. Buka Tab baru pada browser web anda dan masukkan alamat: http://127.0.0.1/s3st15_matoa . VOILLAA SLiMS sudah terinstall di Mac OSX ente gan!
Okeh. Bagian 1 sampai disini dulu, besok bagian 2 dimana kita akan meng-compile YAZ dan PHP-YAZ agar fitur Z39.50 yang dahsyat itu bisa berjalan di Mac OSX, akan saya lanjutkan, selamat menggunakan SLiMS di Mac OSX anda! (Ane tunggu cendol-nya ya gan xixixiiiii)

Labels: , , , ,

Friday, August 05, 2011

Tips dan Trik Pemeliharaan a.k.a Maintenance Senayan Library Management System (SLiMS)

Beberapa teman pengguna SLiMS sering bertanya kepada saya, apa saja tips dan trik dalam pemeliharaan SLiMS, terutama bagi yang menggunakan versi Portable Senayan (psenayan). OK, kalau begitu sekalian aja biar ga lupa kita dokumentasikan di posting blog saya yang jarang sekali dimutakhirkan/update ini (heheheeee):

Tips 1:
Hapus semua file image barcode secara rutin
Setelah sekian lama menggunakan SLiMS kemudian sering membuat barcode untuk data Item/Copies koleksi, maka file-file image barcode hasil generate cetak barcode akan menumpuk di folder "lokasi_source_slims/images/barcodes". Walaupun besar file-nya kecil-kecil tetapi cukup mengganggu juga kalau jumlah sudah ribuan, terutama bagi mereka yang pakai webhosting dengan space harddisk pas-pasan. Oleh karena itu bagi mereka yang sering mencetak barcode koleksi atau kartu anggota dengan SLiMS paling tidak sebulan sekali silahkan itu semua file image .png barcode di folder "lokasi_source_slims/images/barcodes" dibabat abissss!

Tips 2:
Cek file access.log dan error.log web server Apache di psenayan
Ada kaskus, ehhh... :p kasus dimana pengguna psenayan bingung setengah hidup ketika melihat ukuran folder psenayan mereka menggelembung atau bahasa kerennya, BLOATED, menjadi 3-5 Gigabyte padahal mereka tidak mengupload file-file digital ke SLiMS. Penyebab hal ini ternyata adalah file log milik web server Apache, yaitu error.log dan access.log yang menjadi semakin besar seiring pemakaian psenayan. Bagi anda yang belum tahu fungsinya, file access.log menyimpan semua informasi request HTTP yang dilakukan ke web server Apache, sedangkan error.log menyimpan semua error/galat yang terjadi pada request HTTP, error yang terjadi pada program Apache itu sendiri, error pada SSL, dan error-error lainnya. Letaknya ada di direktori "/psenayan/apache/logs". Nah solusi masalah ini ada 3 alternatifnya:
  1. Solusi 1: Kosongkan kedua file tersebut, atau hapus apabila terlalu besar untuk dibuka dengan Notepad dan kemudian buat kembali file teks kosong dengan nama yang sama. Solusi ini berlaku bagi mereka yang mengganggap tidak perlu mengetahui apa isi dari log web server Apache
  2. Solusi 2: Compress dalam format zip atau rar kedua file tersebut dan backup ke tempat lain kemudian buat kembali file teks kosong dengan nama yang sama. Solusi ini berlaku bagi mereka yang mengganggap penting untuk mengetahui apa isi dari log web server Apache, biasanya admin jaringan perlu menganalisa isi dari log ini, terutama apabila terjadi hacking, cracking, deface, dll pada website
  3. Solusi 3: Gunakan fasilitas Log Rotation yang disediakan oleh Apache untuk merotasi isi log secara otomatis dan periodik. Untuk lebih lengkapnya silahkan ikuti petunjuknya disini Log Rotation. Atau bisa juga gunakan fitur Piped Logs

Tips 3:
Backup psenayan dan database secara rutin
Bagi pengguna psenayan lakukan backup satu folder psenayan secara rutin dengan melakukan dua tips sebelumnya terlebih dahulu agar ukuran backup tidak terlalu besar dan kemudian kompresi folder psenayan dalam format zip atau rar (mau lebih kecil lagi? pake format 7z atau lzma sekalian :D). Beri nama file kompresi tersebut misalnya psenayan-20110817.zip biar kita lebih mudah mengidentifikasi kapan tanggal pembuatan backup tersebut.
Untuk membackup database, gunakan fasilitas "Database Backup" yang terdapat pada modul "System" di SLiMS. Sebelumnya pastikan bahwa sudah tidak ada warning mysqldump di halaman awal admin SLiMS. Jangan lupa juga untuk memindahkan semua file hasil backup SLiMS (.sql atau .sql.gz) yang terletak di direktori "lokasi_source_slims/files/backup" ke tempat lain.

Tips 4:
Optimasikan database SLiMS
Bagi anda pengguna SLiMS yang sering kali melakukan proses update data dan penghapusan data, ada baiknya lakukan proses optimisasi database SLiMS. Untuk optimasi database SLiMS gunakan saja phpMyAdmin atau kalo mau lebih hardcore login ke database server MySQL pake terminal/commandline. Dengan phpMyAdmin masuk ke database yang digunakan SLiMS (biasanya di psenayan namanya "senayandb"), dan kemudian masuk ke tab menu SQL dan masukkan perintah berikut:

OPTIMIZE TABLE `biblio` , `biblio_attachment` , `biblio_author` , `biblio_topic` , `files` , `item` , `member` , `mst_author` , `mst_label` , `mst_topic`;

Tips 5:
Backup dan kosongkan System Logs SLiMS secara rutin
Lakukan proses backup dengan mendownload log System SLiMS dengan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan dan kemudian kosongkan System Log SLiMS. Lakukan ini secara berkala setiap bulan.

Kira-kira begitulah tips dan trik dalam proses maintenance SLiMS yang bisa saya share kepada rekan-rekan pengguna SLiMS, ditunggu masukkan tips dan trik yang lainnya dari rekan-rekan semua. Semoga bermanfaat :)

Labels: , ,

Sunday, August 22, 2010

Kompilasi HandBrake di Ubuntu 10.04 Lucid Lynx

Mungkin sebagian dari Anda pengguna Ubuntu, sudah tahu bahwa HandBrake tidak keluar versi binary untuk distro Ubuntu dan Fedora. Padahal HandBrake menurut saya adalah salah satu aplikasi terbaik buat nge-rip DVD/encode video ke format MKV atau MP4. Alasan resmi dari developernya adalah:
"0.9.4 is no longer available due to compatibility issues with the newer version of gnome. "
Ada juga cara dengan mendownload Nightly build-nya di Launchpad-nya John Stebbins. Buat yang demen cara susah, biar keliatan lebih geek, bisa juga install dengan kompilasi dari Source Code. Sebelumnya coba cara susah ini, pastiin komputer anda terkoneksi ke Internet dan pastikan paket-paket development berikut ini sudah terinstall:
  • yasm
  • build-essential
  • autoconf
  • libtool
  • zlib1g-dev
  • libbz2-dev
  • intltool
  • libglib2.0-dev
  • libdbus-glib-1-dev
  • libgtk2.0-dev
  • libgudev-1.0-dev
  • libwebkit-dev
  • libnotify-dev
  • libgstreamer0.10-dev
  • libgstreamer-plugins-base0.10-dev
Bagaimana cara installnya? buka console, lalu seperti biasa ketikkan perintah: sudo apt-get install yasm build-essential autoconf libtool zlib1g-dev libbz2-dev intltool libglib2.0-dev libdbus-glib-1-dev libgtk2.0-dev libgudev-1.0-dev libwebkit-dev libnotify-dev libgstreamer0.10-dev libgstreamer-plugins-base0.10-dev
Setelah paket-paket tersebut sudah terinstall dengan baik, maka lakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Download source code HandBrake (Ya iya lahh!!!) (Pada saat tulisan ini dibuat HandBrake berada pada versi 0.9.4)
  2. Buka console kesayangan anda dan arahkan ke direktori tempat anda mendowload source code HandBrake tadi.
  3. Extract file tarball source code HandBrake dengan perintah: tar xvf HandBrake-0.9.4.tar.bz2
  4. masuk ke direktori hasil ekstraksi tadi dengan perintah: cd HandBrake-0.9.4/
  5. Jalankan perintah: ./configure --prefix=/usr/local
  6. Setelah proses selesai, lalu masuk ke direktori build dengan perintah: cd ./build
  7. Jalankan make dengan perintah: make
  8. Tunggu proses-nya yang cukup lama selesai (tergantung spesifikasi komputer Anda), dan beberapa dependancies akan didownload otomatis ketika proses berjalan, seperti faac, faad, ffmpeg, dsb.


  9. Setelah proses kompilasi selesai tanpa error, jalankan perintah install: sudo make install
  10. Untuk mencoba apakah HandBrake sudah berjalan coba jalankan perintah: HandBrakeCLI untuk versi command line-nya dan juga ghb untuk versi dengan GUI GTK2.0-nya
  11. Bagi yang masih penasaran mengenai cara kompilasinya, silahkan baca manual kompilasi aslinya di Compiling HandBrake on GNU/Linux.
Selamat! sekarang HandBrake sudah bisa digunakan untuk me-rip DVD kesayangan anda dalam format MKV atau MP4, bisa lewat GUI ataupun kalo mau merasa lebih geeky lagi buang jauh-jauh GUI, pake versi command line-nya :P :D!!

Labels:

Tuesday, May 25, 2010

Mengatasi problem "wget" ketika mendownload di balik proxy (Ubuntu Lucid Lynx)

Beberapa waktu yang lalu saya meng-upgrade OS GNU/Linux Ubuntu Karmic Koala (9.10) di MacbookPro saya ke versi LTS terbaru, Lucid Lynx (10.04). Saya upgrade menggunakan versi alternate yang saya download dari Kambing. Semua proses berjalan lancar, Lucid terinstall dengan ciamik-nya di MacbookPro dan hampir semua tombol fungsi spesial di Mac berjalan dengan baik.

Masalah muncul ketika saya akan mendownload website untuk mirroring dengan program command-line favorit saya, wget. Kantor saya menggunakan proxy untuk koneksi Internet, sehingga untuk menjalankan perintah-perintah dari console yang menjalankan download seperti apt-get install atau apt-get update misalnya kita harus men-set environment variable http_proxy dan ftp_proxy terlebih dahulu. Pada desktop GNOME sudah disediakan aplikasi "Network Proxy" yang terletak di System->Preferences, yang memudahkan kita mengubah setting proxy jaringan. Enaknya lagi program ini mendukung multiple profile proxy yang memudahkan kita untuk menyimpan lebih dari satu setting proxy, kemudian tinggal mengubahnya sesuai dengan kebutuhan kita.

Sayangnya, pada Ubuntu Lucid Lynx, entah kenapa wget tidak terpengaruh dengan setting proxy ini, tetapi tools apt dan yang lainnya terpengaruh. Setelah berkeliling internet mencari-cari solusinya, dan akhirnya menemukan solusinya di Lauchpad, ternyata masalahnya sangat simple!!! Ternyata masalahnya ada di environment variable no_proxy yang secara "tidak sengaja" menaruh karakter "," (koma) di bagian akhir!!! PLLOOOKKKK!!! (tepok jidat)

Solusinya adalah dengan menghilangkan tanda koma di bagian akhir tersebut, dengan cara men-set ulang variable no_proxy di console: $export no_proxy=daftar-alamat-tidak-kena-proxy1,daftar-alamat-tidak-kena-proxy2,daftar-alamat-tidak-kena-proxy3 dan kemudian wget bisa berjalan dengan normal kembali seperti biasa walau ada proxy. Jangan lupa juga cek file konfigurasi wget yang terletak di "/etc/wgetrc" dan pastikan setting use_proxy=on aktif dan setting no_proxy ditulis dengan benar (bila ada).

Labels: ,

Thursday, April 29, 2010

Compile Sphinx indexing engine di Mac OSX 10.6.3

Cari solusi indexing database standalone yang handal? Salah satu solusinya adalah Sphinx. Sphinx adalah engine pengindeksan full-text yang didesain untuk terintegrasi dengan baik ke RDBMS-RDBMS macem MySQL dan PostgreSQL, dan yang asiknya laginya Sphinx sudah menyediakan API ke bahasa-bahasa scripting populer macem PHP, Python, Perl dan Ruby.
Karena saya develop aplikasi pake bahasa skripting PHP, maka Sphinx merupakan solusi yang pas untuk saya. Salah satu fitur yang bikin saya ngiler adalah statement berikut ini:
"high search speed (avg query is under 0.1 sec on 2-4 GB text collections)"
Wuiidddiihhh kalo dibandingin sama indexing native mysql, 100 ribu records yang besarnya sekitar 30MB aje ude empot-empotan!!! Statement berikutnya juga bikin ileran
"high scalability (upto 100 GB of text, upto 100 M documents on a single CPU)"
Saat tulisan ini dibuat, saya develop aplikasi web pake Macbook Pro, OS Snow Leopard 10.6.3, dan karena saya males compile-compile Apache, MySQL dan PHP (kecuali di OS GNU/Linux entah kenapa kurang apdol rasanya kalo ga di-compile sendiri heheheheee *kabboorr*), jadilah saya pake XAMPP for Mac OSX versi 1.7.2.
Karena binary Sphinx kage ade buat Mac OSX, cuman ade buat "Mikocok Winslow", maka itu berarti kite harus compile sendiri Sphinx. ALHAMDULILLAH WA SYUKURILLAH! OSX udah nyedian Xcode yang didalemnya udah ada semua tool development UNIX macem gcc, g++, make, automake, autoconf, you name it lah! GRATIS lagi! *Getokin Apple kalo sampe paket XCode dibikin berbayar*. ALHAMDULILLAH lagi, karena Mac OSX basisnya UNIX juga (Darwin+FreeBSD), maka console dengan shell prompt Bash yang kesohor itupun ude ade by default di OSX *ffiuuuuhhhhh, can't live without those consoles*. ALHAMDULILLAH lagi! struktur direktori Mac OSX yang kaga jauh beda sama UNIX atau GNU/Linux!
Jadilah saya "iseng-iseng berhadiah" compile Sphinx di Macbook Pro saya. Yang pasti sebelum mulai compile Sphinx, download dan install dahulu library-library berikut ini (beserta dengan header-header developmentnya!! kudu, wajib!!):
  1. Source code terbaru Sphinx
  2. Source code libstemmer
  3. Source code dan file-file header MySQL kalo kita mau integrasikan Sphinx dengan MySQL
  4. Source code dan file-file header PostgreSQL kalo kita mau integrasikan Sphinx dengan PostgreSQL
  5. Bagi yang menggunakan XAMPP bisa lebih mudah, download paket XAMPP-Dev yang sesuai dengan versi yang kita pake
Proses instalasinya kira-kira begini:
  1. Buka aplikasi "Terminal", kalo belom tau coba cari di /Applications/Utilities/
  2. Ekstrak file distribusi Sphinx pake perintah: tar xvf sphinx-0.9.9.tar.gz
  3. Ekstrak file distribusi libstemmer dan kopikan folder ekstraksi libstemmer ke dalam folder source Sphinx yang baru saja kita ekstrak pake perintah: cp -r ./libstemmer_c sphinx-0.9.9
  4. Masuk ke direktori hasil ekstraksi pake perintah: cd sphinx-0.9.9
  5. Karena saya pake XAMPP Mac OSX perintah configure saya seperti ini: Dicarve@Macbook sphinx-0.9.9$ CFLAGS="-O -arch i386" CXXFLAGS="-O -arch i386 -I/Applications/XAMPP/xamppfiles/include/ -I/Applications/XAMPP/xamppfiles/include/mysql" LDFLAGS="-arch i386 -L/Applications/XAMPP/xamppfiles/lib" ./configure --prefix=/usr/local/ --with-mysql -with-libstemmer --with-mysql-includes=/Applications/XAMPP/xamppfiles/include/mysql --with-mysql-libs=/Applications/XAMPP/xamppfiles/lib/mysql Saya sempet agak-agak stress karena diawal-awal proses kompilasi gagal melulu! setelah baca-baca keliling Internet dan baca disini, ternyata sphinx-nye harus di-compile di mode 32 bit! *karena by default gcc di Mac OSX compile di mode 64 bit*

  6. Apabila proses konfigurasi berjalan lancar tanpa masalah, maka lanjutkan dengan perintah berikut secara berurutan: $ make
    $ sudo make install
Horreee Sphinx berhasil diinstall!!!! Yiiihhuuu!!! Selanjutnya tinggal konfigurasi Sphinx biar bisa "bicara" sama MySQL atau PostgreSQL, selamat mencoba, dan jangan lupa baca dokumentasi sphinx di website resminya, RTFM!

Labels: , , ,

Wednesday, January 06, 2010

Emang Enak Kepentok Proxy!!!

Mengembangkan software dengan menggunakan aplikasi source code management (SCM) emang enak. Kami, developer SENAYAN Library Management System (SLiMS) pake git buat source code versioningnya. Asiknya pake git dibandingkan dengan aplikasi SCM lain adalah git menerapkan model ter-distribusi, tidak centralize seperti cvs. Asyiknya lagi pake git, kita ga harus terkoneksi ke server, kita bisa pake lingkungan hard disk lokal untuk buat branch-branch dari project kita.

Saya ga akan ngebahas cara make git disini, tapi saya ngebahas bagaimana kalau kita mau push dan pull request dari server repository git di internet, tapi kepentok sama proxy jaringan dan firewall yang biasanya cuman ngebolehin port 80 atau 3182.

Tapi itulah keindahan dunia open source, "That's The Beauty of Open Source", udah ada aplikasi yang bisa bantu kita tunneling data dari git, yang by default pake protokol SSL. aplikasi command line ini namanya Corkscrew, dan tersedia untuk semua varian GNU/Linux, UNIX, BSD, Mac OSX dan MS Windows (tapi mesti install Cygwin dulu, HAHAHHAHAHA!!! EMANG ENAKK!!!!). Apa pulak "Corkscrew" ini? ngutip langsung dari websitenya :

"Corkscrew is a tool for tunneling SSH through HTTP proxies."
Versi terakhir ketika tulisan ini diketik dan dipikirkan adalah versi 2.0.

Buat make Corkscrew, caranya gampang banget, kalo ga bisa dibilang susah :D, cukup download source code-nya dan kemudian compile deh pake compiler C favorit anda hehehheeheee..... Kalau anda pake GNU/Linux, biasanya gcc by default ude keinstall, kalo enggak yang nasib, hehheheee.... becanda! kalo ga ada gcc ya install lah dari repo distro anda :)). Step instalasinya setelah download kira-kira seperti ini :

  1. Buka console/terminal kesayangan anda (pliss, jangan buka DOS atau Command Prompt!!)
  2. Extract file hasil download Corkscrew pake perintah: tar xvzf corkscrew-2.0.tar.gz
  3. Masuk ke dalam direktori hasil ekstract: cd corkscrew-2.0
  4. Jalankan perintah berikut secara berurutan:
    ./configure --prefix=/usr/local
    make
    sudo make install

Setelah instalasi Corkscrew berhasil, maka langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi ssh agar bisa tunneling SSL lewat proxy. Buka file yang namanya "config", yang ada di folder ".ssh" di home directory user. Misalnya home directory saya di "/home/dicarve" maka berarti letaknya ada di "/home/dicarve/.ssh/". Kalo file "config" belom ada.......... ya dibuatlah pake text editor, pake vi, pake vim, pake emacs, pake nano (halahhhh). Edit file config tersebut dan isikan kira-kira seperti ini :

Host gitproxy 
    User git
    HostName ssh.github.com
    Port 443
    ProxyCommand /usr/local/bin/corkscrew alamat-atau-no-IP-proxy port-proxy %h %p
    IdentityFile /home/dicarve/.ssh/id_dsa
Jangan lupa di-save!! :D

Setelah semua itu selesai, maka nanti ketika kita mau pull atau push data ke repository server git, misalnya SLiMS di repo-kan di github/slims, perintah git yang kita lakukan bukannya begini:

git pull git@github.com:slims/s3st13.git master
Tapi jadi begini:
git pull git@gitproxy:slims/s3st13.git master
atau kalo mau push
git push git@gitproxy:slims/s3st13.git master

Labels: , , ,

Thursday, December 03, 2009

Workshop Nasional SENAYAN Library Management System!!!


SENAYAN DEVELOPER COMMUNITY (SDC) kembali akan ngadain Workshop Nasional SENAYAN Library Management System (SLiMS), yang tepatnya akan dilaksanakan di Hotel Paragon Jakarta (daerah Menteng, Jakarta Pusat), pada tanggal 14 – 17 Desember 2009. Pastinya karena Workshop ini diadakan selama 4 hari 3 malam full, jadi materi yang diberikan juga akan sangat banyak dan men-detail.

Workshop ini ditujukan kepada para pustakawan atau perorangan yang ingin memanfaatkan SLiMS untuk mengelola koleksi ditempat kerja. Materi workshop dirancang untuk membantu para peserta agar dapat segera mengaplikasikan SLiMS di tempat masing-masing. Dibagi dalam 10 (Sepuluh) modul dasar ditambah materi kustomisasi dan konversi data, pengetahuan dasar perpustakaan akan sangat membantu peserta memahami materi dan panduan yang di sampaikan. Dalam pelatihan, peserta akan menggunakan versi terbaru SLiMS – atau juga dikenal dengan SENAYAN 3 stable 12.

Untuk brosur pendaftaran serta surat undangan bisa di-unduh (download) di Workshop SLIMS.

Untuk anda yang ingin belajar menggunakan SENAYAN, ngoprek, nginstall SENAYAN di GNU/Linux macem Ubuntu, Fedora atau OpenSUSE, pengen belajar cara konversi data dari database ISIS, Athenaeum atau database lainnya, jangan lewatin Workshop SLiMS ini. Trainer-nya juga langsung para Developer ASELI SLiMS!!!.

Labels: ,