Selasa, Oktober 30, 2007

Kembali Ke Linux!!

Kalo kata Tukul :
"Kembali Ke Laptop!!"
Kalo kata gw :
"Kembali Ke Linux!!"

Yahh betul, memang agak cukup memalukan, setelah sebelumnya gw "mendeklarasikan" diri sebagai pengguna si "setan merah" (baca: FreeBSD), akhirnya gw kembali switch ke Linux. Pilihan jatuh kepada distro turunan "slackware", Zenwalk Linux. Udah hampir setaon gw nginstall Zenwalk di laptop gw, sejak versi 4.4, dan baru-baru ini gw upgrade ke rilis stable terbaru, versi 4.8 .

Desktop Zenwalk Linux baru gw

Kenapa gw akhirnya milih Zenwalk, yang notabene turunan Slackware (yang konon katanya instalasinya susah, karena masih pake "curses" alias berbasis teks biasa)? Ada beberapa alasan :

  • Instalasinya menantang!! (ga penting), partisi hard disknya berbasis teks pake cfdisk!!, tapi cepet bro proses instalasinya, ga nyampe setengah jam Zenwalk is ready to rocks!!
  • Slackware itu agak-agak mirip FreeBSD desainnya, simple, fast dan secure
  • Performance, gw butuh performance yang kenceng dari sebuah Linux di laptop gw dan Zenwalk yang di-desain untuk kelas Pentium III adalah pilihan pas (laptop gw pake Intel Centrino, RAM 768, VGA Intel 915 Onboard)
  • Software bawaan default Zenwalk udah asoy banget dan cukup lengkap, tools development kaya GCC, glibc, make dll udah ada, untuk multimedia hampir semua codec video dan format file musik bisa "langsung" dimaenin
  • Init scriptnya gampang dimodifikasi, tinggal cemplungin aje script kita ke dir /etc/rc.d/, trus buat filenya executable, langsung dah script kita jalan pas booting
  • Udah pake Kernel 2.6.22, udah ada wireless stacknya dan wireless card udah langsung ke-detect, tinggal install driver-nya atawa pake "ndiswrapper"
  • Untuk update package/software udah ada software xnetpkg, mirip2 sama synaptic gicuu dech
  • Desktop defaultnya XFCE 4, which is very light, fast, simple and easy. I Loveee the XFCE file manager, Thunar, very fastttttttt......
  • Untuk urusan "desktop eye candy", semua icons dan themes punya GNOME bisa kita pake di XFCE (secara mereka punya fondasi yang sama)